Junaedi, Sosok Guru Inspiratif Dari Kabupaten Gowa

ads

Tajukutama.com — Junaedi, lahir di salah satu kabupaten yang terkenal dengan pasir putihnya yang mampu menarik para wisatawan untuk dijadikan sebagai alternatif pilihan untuk berlibur. Salah satu kabupaten dengan icon kapal phinisih yang sudah menjadi warisan budaya. Dengan usia yang terbilang masih muda, berhasil menyelesaikan dan menerbitkan buku sebanyak empat buku dalam waktu kurang lebih lima bulan. Salah satu  buku yang di tulisnya adalah “ Menjadi Guru yang di rindui-Nya”, yang sudah dinikmati oleh berbagai kalangan dan sudah menjadi bahan bacaan para guru khususnya yang tersebar di pulau jawa. Seiring perjalanannya, pria yang dilahirkan 26 tahun silam, sudah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan yakni penghargaan sebagai duta literasi dari IGI dan juga dinobatkan sebagai duta literasi nasional oleh Ceo Media Guru.

Ambisi untuk merdeka dan memerdekakan orang-orang sekitar adalah salah satu alasan Junaedi untuk terus bergerak dan menebar inspirasi. Hadir sebagai narasumber di berbagai media adalah salah satu bukti keseriusannya untuk terus menginspirasi. “menjadi bintang tamu di radio, menghadiri undangan talk show di Ve cannel, mengadakan bedah buku, membuat kelas kecil tentang ilmu public speaking, dan berbagi tips tentang menjadi guruyang di rindui-nya” adalah salah satu cara ampuh untuk menginspirasi, Ungkapnya.

ads

Menjadi inspirator sekaligus motivator tentunya akan mengundang banyak kalangan untuk terinspirasi. Inspirasi membuat manusia lebih inovatif, kreatif, juga mandiri menciptakan karya-karya yang bermamfaat bagi kehidupan. Inspirasi juga dapat membangkitkan semangat orang yang sudah putus asa hingga mampu menjadi manusia yang lebih baik. Inspirasi tak ubahnya mujizat yang akan membuat manusia dari tidak percaya diri menjadi percaya diri, karna telah menemukan jati dirinya hinggan mampu memaksimalkan hidup dan aktifitasnya.

Junaedi, sosok guru muda, enerjik, dan visioner. Kegiatan-kegiatannya selalu menjadi inspirasi banyak kalangan. Guru yang tercatat sebagai tenaga pengajar di Mis Madani tersebut, terus belajar dan bergerak untuk mengupgred diri dan memperluas wawasan. Baginya, aktif diberbagai kegiatan, kaitannya tentang pendidikan dapat lebih leluasa memberikan ruang baginya. Ikut berbagai pelatihan dan aktif berbagi pengalaman sesama rekannya adalah kebahagiaan tersendiri. Berkenalan dengan guru-guru hebat, bertemu dengan orang-orang baru, dan berdiskusi dengan orang yang notabene dari kalangan non guru, memberi nuansa dan pengalaman baru. Tegasnya.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa tahun 2018 adalah tahun yang luar biasa baginya. Dari januari hingga november ia telah tergabung ke beberapa komunitas yaitu Kelas Inspirasi Bulukumba dan Gowa, Rubi Makassar, Ikatan Guru Indonesia, FIGUR, Komunitas Guru Masa Depan “HABIL”, Media Guru Sagusabu, Forum Literasi SUL-SEL, Komunitas Ayonulis.net, dan Majelis Da’i Muda Makassar.

ads

Video

Comment