Warga BTN Seribu Bone Keluhkan Sampah, Kepala BLHD Bone Bilang Begini!

ads

BONE, Tajukutama.com – Sampah yang menumpuk di Kompleks BTN Seribu, Kelurahan Welalange, Kecamatan Tanete Riattang Barat, khususnya di Blok J dikeluhkan oleh warga BTN tersebut.

Pratu Safaruddin penghuni BTN Seribu di Blok J No. 48 mengatakan, kalau dirinya sudah seringkali mendatangi pengelola BTN Seribu dan Ketua RT setempat, sampai saat ini tidak ada tindak lanjut, karena warga BTN Seribu membuang sampahnya di dekat rumahnya padahal tempat itu bukan penampungan sampah.

Sampah tersebut mulai berserakan dan menimbulkan bau tidak sedap serta dikerumuni lalat dan sudah memasuki rumah warga, ini berdampak bagi kesehatan penghuni BTN Seribu diketahui lalat dapat menyebabkan berbagai penyakit.

ads

“Warga BTN membuang sampahnya di dekat rumah dan menimbulkan bau tidak sedap serta lalatnya sudah memasuki rumah, saya takut keluarga terserang penyakit. Padahal dekat rumah saya bukan tempat pembuangan sampah. Saya sudah seringkali sampaikan ke pengelola BTN dan Ketua RT setempat, tetapi tidak ada perhatian sama sekali,” kata Pratu Safaruddin, Selasa (20/11/2018).

Personel Makorem 141/Tp yang merupakan sopir Kasi Ops Korem 141/Tp itu menambahkan, andaikan dirinya bersama keluarganya mengontrak di BTN Seribu, maka mereka sudah lama pindah karena tidak tahan akibat yang ditimbulkan oleh sampah itu.

“Saya harap pihak terkait, khususnya pengelola BTN Seribu dan pemerintah memiliki kepedulian terhadap keluhan warga BTN Seribu dan memberikan solusi secepatnya,” harap Pratu Safaruddin.

Keluhan warga BTN Seribu Welalange, khususnya Blok J, mendapat tanggapan dari Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Bone, Asmar Arabe yang dihubungi Selasa (20/11/2018) malam, sekitar pukul 18.30 Wita mengatakan, permasalahan sampah di BTN Seribu sudah dari dulu menjadi polemik.

“Di BTN tersebut banyak warga dan pemukiman namun mobil pengangkut sampah sangat susah untuk masuk karena jalanan sempit, sehingga di sana hanya cocok motor pengangkut sampah, sementara kita sangat kekurangan motor sampah,” ujar Asmar Arabe.

Selain itu, dirinya berencana akan menempatkan kontainer sampah di BTN Seribu namun pihaknya terkendala lokasi. Sehingga ia mengharapkan warga BTN Seribu melakukan pertemuan untuk ditunjukkan satu lokasi penempatan kontainer sampah.

Kalau memang ada lokasi yang sudah disiapkan oleh warga, BLHD Kabupaten Bone sudah merencanakan akan membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di TA. 2019.

“Saya harap warga BTN Seribu melakukan kesepakatan bersama untuk menunjukkan lokasi penempatan kontainer sampah dan pembangunan TPS, agar kami tidak kesulitan dalam mengangkut sampah sehingga sampah tidak berserakan,” harap Asmar Arabe.

Ia juga memberikan solusi, supaya sampah cepat diangkut, maka warga atau penghuni BTN Seribu membentuk kelompok dan patungan membayar pengangkut sampah sehingga sampahnya akan lancar diangkut.

“Banyak motor pengangkut sampah swasta, tinggal kita bagaimana cara pembayarannya dan saya usulkan agar dibentuk kelompok dan kelompok ini nantinya patungan berapa per bulannya, apakah Rp.10 ribu/bulannya tiap rumah untuk dibayarkan ke pengangkut sampah dan BLHD juga tidak menarik lagi retribusi apabila itu sudah berjalan, supaya sampah lancar diangkut” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa sampah BTN Seribu Welalange berserakan di Blok J, dekat rumah Pratu Safaruddin, salah seorang penghuni BTN Seribu.

Padahal tempat tersebut bukan penampungan sampah dan sangat meresahkan serta baunya yang tidak sedap dan dikerumuni lalat, sehingga lalat itu pun memasuki rumahnya sehingga dirumahnya banyak lalat yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit dan pemandangan yang kurang baik.

Kalau di BTN Seribu Welalange, sampah berserakan karena tidak ada TPS, beda halnya dengan di JL. Abu Dg. Pasolong, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang.

Di Jl. Abu Dg Pasolong, bak sampah tersedia tetapi karena lama baru diangkut maka sampah tersebut berserakan di pinggir jalan.

Reporter: Enal / Editor: Ahmad

ads

Video

Comment