Tolak Mediasi Kasus Asusila, Kades Bone Gebrak Meja

ads

Gowa, Tajukutama.com – Kepala Desa Bone, Kecamatan Bajeng, Gowa, Muhammad Nasir, naik pitam saat diminta memediasi kasus asusila yang melibatkan warganya, beberapa waktu lalu. Nasir yang ditemui wartawan Tajukutama.com 6 November 2018, di Kantor Desa Bone, berkali-kali menggebrak meja dan memukul tangan wartawan.

Kasus asusila ini terjadi di Desa Bone. Peristiwanya di rumah Mk (35) awal November lalu.

Mk dilaporkan melakukan pelecehan terhadap Hs (30). Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Bajeng dan Mk sempat ditahan beberapa hari.

ads

Karena tidak cukup alat bukti untuk melanjutkan kasus ini, polisi menyarankan agar dilakukan pendekatan kekeluargaan dengan melibatkan kepala desa setempat.

Akhirnya pada 6 November 2018, wartawan Tajukutama.com mengonfirmasi rencana mediasi ini ke Kades Bone Muh Nasir. Sayangnya, Nasir yang ditemui justru bersikap tidak respek.

Ia bahkan menolak melakukan mediasi dan menggebrak meja.

“Sedikit pun saya tidak pernah takut berhadapan dengan wartawan, kalau Anda keberatan saya memukul meja dan mau angkat beritanya silakan,” ketusnya dengan nada tinggi.

Nasir yang berkali-kali menggebrak meja sampai membuat staf desa ikut kaget mendengarnya.
Tak hanya menggebrak meja, Nasir juga memukul tangan wartawan sembari menantang untuk menaikkan berita itu.

Bahri Tompo, tokoh masyarakat Desa Panakkukang, Gowa, mengatakan, seorang kepala seharusnya bersikap lebih bersahaja terhadap siapa saja, termasuk kepada wartawan.

Apalagi, jika diminta untuk memediasi kasus warganya, kades harus menunjukkan respons baik.

“Tidak boleh arogan terhadap wartawan dan tidak mau membantu warganya yang sedang bermasalah. Oknum kepala desa ini sangat disayangkan. Sebagai kepala desa dan abdi masyarakat sudah seharusnya bisa memberikan contoh yang baik dan kooperatif,” kata purnawirawan TNI ini.

Editor : Ramsi

ads

Video

Comment