Seminar Nasional OJK, Wujudkan Kesejahteraan Petani & Nelayan Lewat Permodalan Sehat

ads

Serang, Tajukutama.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan seminar dengan para petani dan nelayan dengan tema ” Mewujudkan Kemandirian dan Kesejahteraan Petani-Nelayan Melalui dukungan dan Akses Permodalan yang Sehat-Peran OJK dalam Pemberdayaan Ekonomi Rakyat”, di Hotel Ledian Serang, Banten, Minggu (11/11/2018).

Hadir sebagai narasumber dari Anggota DPR RI/Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menyampaikan bahwa para petani dan nelayan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dengan mempermudah akses permodalan, karena yang menjadi persoalan petani dan nelayan itu kesusahan dalam mengakses modal.

“Petani di negara-negara lain jauh lebih sejahtera di banding petani di kita, karena ketika mereka akan bercocok tanam, beli pupuk, harganya sangat tinggi sedangkan pada saat panen harga  gabah rendah serta kesusahan dalam mengakses modal ditambah nilai bunga pinjaman masih terlalu tinggi, kita menginginkan nasib petani yang telah memberikan kontribusi 13,6 persen dalam PDB urutan kedua setelah sektor-sektor industri,” tuturnya.

ads

Lanjut, Jazuli mengatakan dari dulu dirinya mengusulkan kepada pemerintah soal subsidi pupuk kepada Menteri Pertanian bukan Menteri Perindustrian, karena harga jual kepada petani akan mahal, kebijakan pupuk ini adanya di pemerintahanan pusat yang seharusnya produksi pupuk tersebut oleh Menteri terkait bukan Menteri Perindustrian.

“Tentang kebijakan pemerintah daerah bisa dilakukan dengan adanya kerjasama antara pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kota dan Pusat pada saat musim panen ketika harga turun maka pemerintah harus menetapkan kebijakan harga minimun yang membuat petani sampai mengalami kerugian,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintah jangan terlalu sibuk dengan perdagangan impor dari luar, ketika terkena banjir berlaku hukum diman dan suplai. Ketika suplainya banyak, murah, dan jatuh harganya, maka itu kebijakan pemerintah pusat ketika panen harganya turun.

“Saya mengapresiasi pemerintah Provinsi Banten menolak adanya beras impor karena stok beras dari petani Banten lebih dari  cukup, ini bisa jadi akibat kenaikan dollar dan kita bisa membuat langkah – langkah antisipasinya, karena petani dan nelayan jasanya cukup besar dari segi seftinya, saat ini nelayan membuat sendiri perahunya yang tidak memiliki standar keselamatan, keamanan dan asuransi nelayan. Padahal mereka punya peran besar dalam mewujudkan pangan di Indonesia dari kualitas gizi dan kesehatan,” ungkapnya.

Penulis: Sari                                                                                                                 Editor: Aidha

ads

Video

Comment