Membangun Demokrasi dan Hilangkan Mahar Politik

ads

MAKASSAR, Tajukutama – Forum Kajian Politik Sulsel dalam Dialog Publik ini mengusung tema “Mahar Politik dan Politik Uang VS Kebijakan Publik”.

Dalam Dialog Publik ini menghadirkan pembicara yang mengkaji Politik Mahar, diantaranya, A. Razak Wawo Politisi PDIP, Muhammad Asratillah Politisi Perindo, dan pengamat Politik dan pendiri Sekolah Kebangsaan, Arqam Azikin serta dipandu Moderator Mahasiswa Pascasarjana Unhas Kasri Riswadi.

Dalam kajian ini, A. Razak Wawo, yang juga diketahui sebagai Calon Anggota DPR RI nomor 7, dapil Sulsel 1 yang meliputi Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar itu, mengungkapkan bahwa dirinya menjadi Calon Legislatif Untuk DPR RI tak mengeluarkan Mahar dan Semua ini adalah pengabdian kader untuk mewakili aspirasi Masyarakat Sulsel di DPR RI, Ungkapnya.

ads

“Mahar Politik uang bukanlah sebuah rahasia umum,” kata A Razak Wawo.

Tentunya, lanjut Razak, akan berangkat dari sana bahwa Mahar politik muncul dikarenakan adanya multi partai yang dilakukan dengan pemilihan langsung, dimana ada situasi yang merubah karena adanya putusan pimpinan partai yang merubahnya.

“Saya Optimis Kalau pemilihan tidak langsung diberlakukan maka sudah dipastikan tidak ada mahar politik, tapi kalau money politik itu selalu muncul tapi ada kan perangkat KPU, panwaslu dan bawaslu tapi kalau mahar wajib kita hilangkan, ucap Acha –sapaan akrabnya.

Lanjut dikatakan, mari kita komitmen bersama-sama membangun dan hilangkan mahar politik ini dan saya yakin kader-kader partai akan makin kuat dan loyal untuk bergerak memenangkan sebuah pertarungan diajang demokrasi kita.

Di tahun 2019 ini kita harus membuat perubahan dimana sistem Mahar Politik kita hilangkan karena ini akan merusak sistem tatanan demokrasi kita. Dan tentunya kita akan semakin mundur dalam berdemokrasi. Pinta Ketua IKA Unhas Jabotabek ini.

“Meski saya ini masih muda dalam perpolitikan akan tetapi saya tidak muda dalam mengikuti perkembangan politik dan selalu kritis diera Orde Baru hingga kini Reformasi,” pungkas politisi PDIP ini.

ads

Video

Comment