Gara-gara Kasus Perkelahian, Kini Tersangka Lilis Masih Ditangani Oleh Unit PPA SatReskrim Polres Pinrang

ads

PINRANG, Tajukutama.com–Kasus perkelahian yang melibatkan dua Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Pinrang yang berujung proses hukum menuai sorotan dari salah satu pihak yang bertikai. Pasalnya, penyidik Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Pinrang dinilai terkesan berat sebelah dalam menangani proses hukum tersebut.

“Ini perkelahian Pak, dan malah isteri saya yang dikeroyok sama pelapor dan anaknya. Tapi malah isteri saya yang dilapor dan sekarang sudah dijebloskan di Rutan,” tutur Muhammad Yusuf, suami terlapor kepada awak media, Jum’at
(19/10/2018).

Yang membuat Yusuf sangat sedih, isterinya saat ini ditahan bersama anaknya yang masih berusia satu tahun.

ads

“Ini masalah kemanusiaan juga Pak. Anak saya yang masih bayi ikut ditahan karena masih menyusui sama ibunya. Apalagi kondisi bayi saya itu sakit-sakitan. Kasihan memang kami orang kecil di negeri ini, selalu jadi korban kebiadaban dari oknum-oknum yang mengatasnamakan dirinya penegak hukum,” ucapnya dengan sedih

Yusuf menyebutkan, harusnya kasus seperti ini bisa melalui proses mediasi terlebih dahulu. Apalagi, isterinya juga korban pengeroyokan dari pelapor dan anaknya.

“Ini sangat mencurigakan Pak. Tidak pernah ada proses mediasi dan pemeriksaan saksi-saksi. Parahnya lagi, seminggu setelah kejadian, dua oknum polisi datang ke rumah saya sekitar jam 12 malam. Mereka langsung memukul pintu rumah saya dan ingin menangkap isteri saya, seakan-akan isteri saya ini pelaku kriminal berat,” ungkap Yusuf.

Yusuf mengaku, dirinya pernah disarankan melapor balik terlapor, namun hal itu tidak dilakukannya dengan pertimbangan silaturahim antar tetangga.

“Pelapor itu masih tetangga saya Pak. Makanya, kami tidak ada niat sedikit pun memperpanjang persoalan ini. Apalagi kami ini orang kecil, dan kalau berurusan dengan hukum, dimana kami ambil biaya,” kata Yusuf.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Suardi yang dikonfirmasi terkait sorotan itu menyatakan, pihaknya sudah bekerja sesuai aturan.

“Semuanya berjalan sesuai aturan. Ada laporan dan vasil visum, makanya kita tindaklanjuti. Sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap, prosesnya kita tingkatkan ke penyidikan dan saat ini sudah kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Pinrang,” jelas Suardi.

Suardi mengatakan, selama berproses di penyidik, pihaknya tidak
pernah melakukan penahanan terhadap tersangka karena faktor kemanusiaan, dimana yang bersangkutan masih menyusui anaknya yang balita.

“Sekarang ranahnya sudah ada di Kejaksaan dan Pengadilan, dan kita tidak berwenang sedikitpun mencampurinya lagi,” jelasnya.

Untuk diketahui, kasus perkelahian ini terjadi sekitar sebulan lalu. Dimana terlapor, Lilis (35) terlibat perkelahian dengan Diana dibantu anaknya yang tidak lain masih tetangga depan rumahnya sendiri di BTN Bulu Mas Kecamatan Mattiro Bulu Kabupaten Pinrang. Hebatnya lagi, persoalan ini hanya dipicu gara-gara pelapor marah dan tidak terima saat anjingnya diancam dipukul pakai kayu karena hendak menggigit keponakan terlapor.

( ROSDIANA HADI.S.Sos )

ads

Video

Comment